Rabu, 04 Januari 2017

Manajemen dan Supervisi Kantor



Manajemen dan Supervisi Kantor


Gita Puspitasari
Program Studi D3 -Bahasa Inggris

Politeknik Negeri Bandung


Abstrak
Sebelum mempelajari apa itu manajemen dan supervisi kantor, terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian manajemen dan supervisi secara umum. Manajemen adalah proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Supervisi adalah pengarah serta pengendalian kepada tingkat karyawan yang berada di bawahnya dalam suatu organisasi atau kelompok. Orang yang menjalankan kegiatan supervisi biasanya di sebut dengan sebutan Supervisor.
Kata Kunci: Manajemen, Supervisi, Kantor


Abstract
Before learning about what management and supervision is, we should know general definition of management and supervision. Management is a process of planning, organizing, directing, controlling an organization (a group of one or more people or entities) and using organization resources for the purpose of accomplishing a goal. Supervision is the act of overseeing somebody in an organization. A person who performs supervision is called supervisor.
Keyword: Management, Supervisor, Office






       I.            PENDAHULUAN


Sebelum mengetahui pengertian dari manajemen dan supervisi, kita harus terlebih dahulu mengetahui tentang pengertian dari masing-masing baik manajemen ataupun supervisi secara umum. Secara umum pengertian manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Manajemen memiliki kegiatan memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, dan mengembangkan.

Manajemen dapat dikatakan sebagai seni. Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui kerja sama dengan orang lain. Seni manajemen terdiri dari kemampuan untuk melihat totalitas di bagian-bagian yang terpisah dari suatu kesatuan gambaran tentang visi. Seni manajemen mencakup kemampuan komunikasi visi tersebut. Aspek-aspek perencanaan kepemimpinan, komunikasi dan pengambilan keputusan mengenai unsur manusia tentang cara menggunakan pendekatan manajemen seni.

Secara umum pengertian supervisi adalah pengarah serta pengendalian kepada tingkat karyawan yang berada di bawahnya dalam suatu organisasi atau kelompok. Orang yang menjalankan kegiatan supervisi biasanya di sebut dengan Supervisor. Supervisi sering didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen dapat tercapai (Kertonegoro, 1994:157). Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan antara perencanaan dan pengawasan. Dalam kenyataan, langkah awal proses pengawasan adalah perencanaan, penetapan tujuan, standar atau sasaran suatu kegiatan. 



    II.            METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode peneletian kepustakaan. Jenis kepustaan ini digunakan karena peneliti ingin memahami masalah secara lebih mendalam guna menemukan teori yang lebih jelas. Dalam metode kepustakaan ini peneliti menggunakan berbagai buku ilmiah dan buku ajar sebagai sumber. Peneliti menggunakan sumber data sekunder atau bahan tertulis tidak langsung yang bukan berasal dari sumber pertama dalam membahas masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini.
Fokus penelitian peneliti adalah mengenai manajemen dan supervisi kantor sehingga peneliti membutuhkan berbagai macam teori dari berbagai ahli untuk mendukung penelitian ini, sehingga peneliti menggunakan teknik pengumpulan data studi dokumentasi untuk mengumpulkan berbagai informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini. Data penelitiaan yang dicari hanya digunakan untuk keperluan analisis semata.
Alasan peneliti memilih metode peneletian kepustakaan (library research) adalah karena studi pustaka merupakan satu tahap tersendiri yang memang diperlukan dalam penelitian ini. Penelitian ini membutuhkan riset pustaka untuk mengetahui aapa yang sudah berkembang di dalam masyarakat selama ini mengenai manajemen dan supervisi kantor.
Peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan karena pada umumnya kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga peneliti berhadapan dengan informasi yang statik atau tetap. 




 III.            PEMBAHASAN

Pengertian Manajemen Kantor

Sebelum membahas manajemen kantor ada baiknya mengetahui pengertian kantor. J. C. Denyer (1973) mengartikan kantor sebagai “It is any room where clerical work is normally carried on, whatever name it may be given.” (Tempat dimana biasanya pekerjaan kantor dilakukan dengan nama apapun juga diberikan kepada tempat itu.)  Sedangkan Atmosudirdjo menyebutkan Kantor adalah unit organisasi yang terdiri atas tempat, staff, personil dan operasi ketatausahaan, guna membantu pimpinan. Dari pendapat tersebut maka kantor dapat diartikan secara etimologis maupun secara praktis.

Secara etimologiskantor berasal dari Bahasa Belanda “kantoor”yang artinya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam Bahasa Inggris “Office”memiliki makna yang sama yaitu: tempat memeberikan pelayanan (service), posisi atau ruang tempat kerja. Secara praktiskantor merupakan tempat orang-orang melakukan kegiatan/aktivitas yang berhubungan dengan pelayanan berbagai keterangan diberikan pada yang membutuhkannya. Akan tetapi pada perkembangan yang pesat pada bidang teknologi dewasa ini, kantorpun berkembang, ia bukan sekedar tempat, melainkan sebagai sarana kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kemudahan pelaksanaan tugas disegala bidang. Jadi, kantor saat ini merupakan pusat pelayanan dan pusat informasi dari kegiatan perusahaan dan organisasi.

Manajemen didefinisikan dari penggabungan kata manajemen dan kantor. Ada berbagai definisi atau batasan yang diberikan oleh para ahli tentang manajemen kantor, beberapa diantaranya:
           
a)      Office management can thus be defined as the organization of an office to achieve a specified purpose and to make the best use of the personal by using the most appropriate machines and equipment, the best possible methods, and by providing the most suitable environment. “Manajemen kantor dapat dirumuskan sebagai pengorganisasian suatu kantor untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk memnafaatkan pegawai dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan mesin-mesin dan peerlengkapan yang paling cocok, metode-metode yang paling baik dan dengan memberikan lingkungan yang sesuai.” (J. C. Denyer, 1973)

b)      Office management can be defined as the planning, controlling, organizing office work and actuating those performing it so as to achieve the determined objectives. “Manajemen kantor dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengawasan, pengorganisasian pekerjaan kantor serta menggerakkan mereka yang melaksanakan pekerjaan kantor tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.” (GR Terry, 1974)


Tujuan Manajemen Kantor

Manajemen kantor berhubungan dengan pencapaian tujuan-tujuan atau hasil-hasil tertentu yang diinginkan; pada pokoknya kegiatan-kegiatan seorang manajer kantor berkisar pada cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
Tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat bersifat khusus atau umum, tertulis atau tidak tertulis, jangka pendek atau jangka panjang, sementara atau tetap, atau hanya dapat digunakan untuk bagian-bagian kantor tertentu. Apapun juga bentuk atau isinya, tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu ini telah dianggap benar, Karena kalua tidak demikian, maka arti manajemen akan menjadi kabur dan tidak ada dasar yang baik untuk menentukan efektivitas manajemen.
Untuk memberikan contoh-contoh mengenai tujuan-tujuan manajemen kantor yang telah ditentukan terlebih dahulu, maka oleh George R. Terry, Ph. D. dalam bukunya “Office Management and Control” dikemukakan sebagai berikut:
1.      Untuk memberikan semua keterangan yang lengkap dan yang diperlukan kepada siapa, bilamana, dan dimana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien.
2.      Untuk memberikan catatan-catatan dan laporan-laporan yang cukup dengan biaya yang serendah-rendahnya.
3.      Untuk membantu perusahaan memelihara saingan.
4.      Untuk memberikan pekerjaan tata usaha yang cermat dan membantu memberi pelayanan kepada para pelanggan.
5.      Untuk membuat catatan-catatan yang makin baik dengan biaya yang makin rendah.
Dalam kantor, tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat digolongkan sebagai berkenaan dengan (1) pelayanan atau jasa, (2) tanggung jawab sosial atau, (3) keuntungan.

            Manajer Kantor

Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan mengkoordinasi berbagai aktifitas pekerjaan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi.

Tugas seorang manajer kantor adalah mengawasi kantor untuk mencapai tujuannya dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada para bawahannya.

Tugas Pokok Manajer Kantor adalah :
1.      Memberi instruksi untuk melaksanakan pekerjaan.
2.      Mengawasi pegawai-pegawai dalam melaksanakan tugasnya
3.      Melatih pegawai-pegawai untuk melaksanakan tugasnya.
4.      Mengembangkan metode-metode baru untuk melaksanakan pekerjaan.
Sedangkan tugas manajer kantor menurut The Liang Gie dalam Chaniago (2013) adalah :
·         Pekerjaan kantor pada umumnya
·         Sistem perkantoran
·         Komunikasi perkantoran
·         Pelaporan manajerial
·         Organisasi perkantoran
·         Manajemen kearsipan
·         Kontrol perkantoran
·         Penyederhanaan pekerjaan kantor
·         Tata ruang perkantoran
·         Perlengkapan perkantoran
·         Studi perkantoran

Manajer harus mampu meyakinkan kepada seluruh sumber daya manusia yang terlibat didalam suatu Organisasi/Perusahaan, tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dan meyakinkan mereka untuk melakukan hal yang diharapkan demi tercapainya tujuan organisasi/Perusahaan.
Manajer harus berpikir analitis dan konseptual. Bahwa manajer harus meilhat permasalahan dalam berbagai bidang dalam memperoleh solusi yang fleksibel. Hal esensial bila manajer dapat memikirkan bahwa tujuan organisasi merupakan sebuah satu kesatuan dengan tujuan unit individual.
           
            Manajemen Kantor
           
The Liang Gie dalam Harsono (2014) mengutip beberapa pengertian manajemen perkantoran dari para ahli, di antaranya:
·         Perumusan Arthur Grager

“Office management is the function of administering the communication and record service of an organization.”
·         Perumusan Edwin Robinson

“Office management is concerned with the direction and supervision of office work.”

Sedangkan menurut Sedarmayanti (2001) mengutip beberapa pengertian dari para ahli, di antaranya:
·         Perumusan Leffingwel dan Edwin Robinson dalam buku Textbook of Office Management tahun 1950, yaitu:

“Office management as a function, is that branch of the art and science of management which is concerned with the efficient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done.”

Dari beberapa pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen perkantoran adalah suatu kegiatan pengelolaan data dan informasi yang dilakukan secara teratur, sistematik dan terus menerus, mengikuti kegiatan organisasi dengan tujuan mencapai keberhasilan tugas organisasi yang bersangkutan atau bisa juga di artikan sebagai suata kegiatan yang meliputi kegiatan perencenaan, pengarahan, pengorganisasian, pengawasan, serta pengendalian pekerjaan-pekerjaan kantor.

Pengertian Supervisi

Supervisi adalah proses dimana pimpinan ingin mengetahui apakah hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan bawahannya sesuai dengan rencana, perintah, tujuan atau kebijakan yang telah ditentukan (Mc Farland, 1988 dalam Harahap, 2004).
Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara terus menerus pada setiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana (Kron, 1987).
Jadi, supervisi adalah suatu proses yang menunjang kegiatan manajemen dimana sebagian besar kegiatan merupakan bimbingan dan sebagian kecil adalah pengawasan.
Orang yang melaksanakan supervisi disebut dengan supervisor.

Pengertian Supervisor

Supervisor berasal dari Bahasa Inggris yang memiliki arti the one who supervises or has charge and direction of atau bisa juga memiliki arti a program that controls the execution of other programs. Dalam Bahasa Indonesia supervisor disebut juga sebagai penyelia yang memiliki arti yaitu sebuah jabatan dalam struktur perusahaan yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya dibawah arahan jabatan atasnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa supervisor adalah seseorang yang diberi wewenang untuk mengawasi, mengarahkan dan melaksanan suatu kegiatan.

Peran kerja supervisor berada di level tengah, yaitu diantara para atasan pembuat kebijakan dan diantara para staf pelaksana rutinitas dilapangan. Dengan fungsi kerja yang berada diantara itu, maka tugas utama supervisor adalah melakukan supervisi terhadap para staf pelaksanan rutinitas aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari.

Tugas Supervisor

Tugas utama seorang supervisor yaitu untuk mengawasi dan mengarahkan bawahannya sesuai dengan standar kerja atau pedoman dari jabatan diatasnya.
Berikut adalah beberapa tugas umum seorang supervisor:
·         Menyampaikan kebijakan yang disampaikan oleh jabatan di atasnya kepada seluruh bawahan dan groupnya
·         Mengatur dan mengevaluasi kinerja para bawahannya (staff)
·         Membuat rencana jangka pendek untuk tugas yang telah diberikan oleh atasannya
·         Melaksanakan tugas, proyek, dan pekerjaan secara langsung
·         Memberikan info pada manajemen mengenai kondisi bawahan, atau menjadi perantara antara atasan dengan bawahan

            Fungsi dan Tanggung Jawab Seorang Supervisor

Seorang supervisor harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sehingga mampu memimpin dan mengarahkan bawahannya. Secara umum supervisor memiliki 5 tanggung jawab besar, yaitu:

1.      Planning
Merencanakan apa yang akan dilakukan dan kegiatan apa yang akan jadi tugasnya serta bawahannya.
2.      Organizing
Mengkoordinasikan agar kegiatan berjalan dengan lancar
3.      Staffing
Memastikan siapa saja yang akan terlibat di setiap kegiatan yang akan dilaksanakan
4.      Directing
Mengarahkan bawhannya untuk melaksanakan tugasnya agar tugas tersebut berjalan dengan lancer dan sesuai dengan standar kerja atau arahan dari jabatan diatasnya
5.      Controlling
Melakukan kontrol atau pengawasan terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan oleh bawahannya

Peran Supervisor

Menurut Kasmo (2012), supervisor memiliki beberapa peran, yaitu:
a.      Sebagai Pemimpin dan Manajer
            Supervisor tidak hanya me-manage (mengelola), tapi juga memimpin 
            (mengarahkan, memotivasi, membina, memberdayakan), agar anak buah
            mampu bekerja sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Dalam hal ini
            supervisor memainkan dua peran sekaligus. Ibarat dua tangan,mengelola
            adalah tangan kiri, sedangkan memimpin adalah tangan kanan. Agar bisa
            bekerja optimal kedua tangan ini harus difungsikan sekaligus sehingga
            bisa saling mengisi dan bekerja sama.

b.      Barisan terdepan dari manajemen yang berhadapan langsung dengan 
            pelaksana
            Supervisor merupakan wakil dari manajemen sebagai pemimpin pelaksana
            tugas di lapangan. Supervisor bertanggung jawab mengamankan dan 
            melaksanakan keputusan manajemen. Dalam hal ini Supervisor bekerja
            sama dengan para bawahannya. Semua kejadian maupun tantangan-
            tantangan di lapangan, baik itu karena persoalan pengelolaan sumber daya
            non manusia (manajerial) mau pun karena anak buah (kepemimpinan)
            menjadi tanggung jawabnya.
c.       Supervisor melaksanakan semua sistem manajerial seperti manajer di level
            atasnya
            Entah apa pun sistem manajemen yang dipakai (bisa PDCA – plan, do,
            check, act, atau POAC –planning, organizing, actuating, controlling),
            supervisor harus mampu menjalankan sistem manajemen tersebut. Sistem
            manajemen akan menolong supervisor dalam menyelesaikan tanggung
            jawabnya. Dengan sistem manajemen yang dipakai seperti sistem
            manajemen level di atasnya, maka koordinasinya akan menjadi efektif dan
            efisien.

d.      Mewakili nama perusahaan dalam berbagai interaksi sosial, sehingga wajib
            menjaga citra diri dan perusahaan
            Perusahaan tidak hidup dalam sebuah ruang hampa sosial. Artinya  
            perusahaan hidup dan beinteraksi dengan lingkungan sosial. Tak pelak lagi
            sebagai orang yang terjun langsung di lapangan, supervisor sering
            bersinggungan dengan lingkungan sosialnya. Ketika interaksi terjadi,
            supervisor harus mampu menjaga citra dirinya, yang tak lain merupakan
            pantulan dari citra perusahaan. Alhasil baik buruknya citra perusahaan di 
            mata lingkungan sosialnya diwakili oleh baik buruknya citra supervisor.

Keahlian Supervisor

Sebagai seorang supervisor yang memiliki wewenang untuk megarahkan kinerja bawahannya, maka seorang supervisor dituntut untuk memiliki bebarapa keahlian, di antaranya:
1.      Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi
2.      Mampu memecahkan masalah (problem solver)
3.      Dapat menjadi panutan yang baik bagi bawahannya (Role model)
4.      Mengetahui dan menerapkan fungsi manajemen
5.      Mau menerima kritik, masukan, bahkan teguran dari bawahannya
6.      Tegas dan terorganisir
7.      Dapat dipercaya
8.      Bisa memberikan keputusan

Kedudukan Supervisor

Dalam struktur organisasi yang berlaku umum, jenjang hierarki supervisor berada di bawah manajer dan di atas staff.

Supervisor adalah orang yang berhubungan langsung dengan manajer. Namun dalam konteks tanggung jawab, supervisor mempunyai tugas yang tidak kalah berat. Dalam banyak kasus, supervisor memiliki tugas yang strategis karena langsung terjun di lapangan melaksanakan semua rencana dari manajer. Supervisor memiliki bawahan yang dalam struktur organisasi disebut karyawan non manajerial atau staf. Dalam beberapa industri ada pula supervisor yang tidak mempunyai staf.

Hal ini menyebabkan supervisor mempunyai kedudukan istimewa di dalam perusahaan. Bersama dengan para staf, supervisor menentukan selesai tidaknya pekerjaan (proyek) yang menjadi rencana strategis perusahaan. Ia mengetahui betul seluk-beluk pekerjaan yang harus selesai sesuai jadwal beserta dinamika yang ada di lapangan. Dalam hal ini supervisor harus menangani dua hal langsung : tugas-tugas dari manajernya sekaligus mengelola anak buahnya supaya tetap dalam kondisi prima bekerja dan menjaga keutuhan tim.

Dengan posisi yang berada di antara manajer dan staf ini seorang supervisor harus mampu berperan optimal.

Supervisor sebagai Manajer dan Pemimpin.

Dalam diri supervisor melekat dua peran dan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan, yaitu sebagai manajer sekaligus sebagai pemimpin. Manajer diartikan sebagai ‘pengelola’ yang sifatnya berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang sudah menjadi deskripsi pekerjaannya.

Tidak semua supervisor dalam industry memiliki bawahan atau yang biasa disebut dengan staff, walaupun demikian supervisor tetap harus memerankan dirinya sebagai pemimpin. Kepemimpinan melekat kepada supervisor, entah itu hanya memiliki anak buah satu, sepuluh, hingga ratusan. Kepemimpinan tidak hanya sekedar mengelola anak buah. Kepemimpinan juga berarti mampu memberi inspirasi kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

Terdapat 4 fungsi pokok yang harus dilakukan supervisor sebagai manajer, yaitu:
1.      Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses penentuan strategi dan taktik yang akan dilaksanakan di waktu mendatang untuk mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.




Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam proses perencanaan adalah:

-        Menentukan tujuan dan target dari kegiatan yang akan dilaksanakan
-        Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut
-        Menentukan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
-        Menetapkan indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan/target
-        Mempersiapkan langkah alternatif apabila terjadi hambatan dalam pencapaian tujuan tersebut

2.      Pengorganisasian (Organizing)
Penentuan penggunaan sumber daya dalam struktur organisasi sehingga dapat dipastikan organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik, efektif dan juga efisien dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengorganisasian adalah:

-        Menetapkan sumber daya manusia pada posisi yang tepat dan sesuai dengan kemampuan
-        Merumuskan dan menetapkan tugas yang akan dilaksanakan


3.      Pengarahan (Actuating/Directing)
Supervisor harus mampu mengarahkan dan memotivasi bawahannya agar dapat menjalan tanggung jawabnya dengan kesadaran yang tinggi.

Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengarahan adalah:
-        Memberikan instruksi kepada bawahannya
-        Memberikan motivasi atau dorongan kerja
-        Membimbing bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien

4.      Pengawasan (Controlling)
Supervisor harus dapat memastikan bahwa kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.

Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengawasan adalah:

-        Mengumpulkan informasi tentang kemajuan yang telah dicapai
-        Mengevaluasi setiap hasil kerja bawahan sehingga apabila ada yang menyimpang dapat kembali diluruskan
-        Melakukan berbagai jalan alternatif dalam menghadapi masalah dalam pencapaian target/tujuan

Job Deskripsi Supervisi Kantor

Apa yang membedakan supervise kantor dengan manajer kantor? Perbedaannya yang nyata adalah dalam lingkup pekerjaan. Manajer kantor mengerjakan hal-hal yang bersifat manajerial dan lebih luas lingkup kerjanya. Karena seorang supervisor kantor berada dibawah manajer kantor. Seorang supervisor kantor fokus pekerjaan lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat teknis. Karena sifatnya bersifat teknis, supervisor kantor ini bisa juga dikatakan sebagai kepala tata usaha.

Lantas apa job deskripsinya? J. C Denyer menyatakan “an office supervisor is one who supervisor the work of others and who may be subordinate to the office manager.”Artinya seorang supervisor atau pengawas kantor adalah seseorang yang mengawasi pekerjaan dari orang-orang lain serta mungkin menjadi bawahannya dari manajer kantor.

Terkadang supervisor dikenal istilah/sebutan yang berbeda, antara lain: mandor, kepala seksi/subsi, kepala tata usaha, front line supervisor, dan sebagainya. Apapun istilah yang diberikan yang pasti tuga ssupervisor mengawasi pekerjaan-pekerjaan rutinitas di kantor agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.




 IV.            KESIMPULAN


Manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Manajemen memiliki 4 proses dan fungsi yang biasa diimplementasikan dalam kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.

Orang yang melaksanakan kegiatan manajemen disebut manajer.Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan mengkoordinasi berbagai aktifitas pekerjaan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Tugas seorang manajer adalah mengawasi kantor untuk mencapai tujuan dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada para bawahannya.

Supervisi dapat diartikan sebagai suatu proses yang menunjang kegiatan manajemen dimana sebagian besar kegiatan merupakan bimbingan dan sebagian kecil adalah pengawasan. Orang yang melaksanakan kegiatan supervisi disebut supervisor.

Supervisor adalah sesorang yang memiliki jabatan dalam struktur perusahaan yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya dibawah arahan jabatan atasnya. Tugas utama seorang supervisor adalah mengawasi dan mengarahkan bawahannya sesuai dengan standar kerja atau pedoman dari jabatan diatasnya. Supervisor memiliki 5 tanggung jawab besar, yaitu planning, organizing, staffing, directing dan controlling.



DAFTAR PUSTAKA

Chaniago, H. (2013). Manajemen Pekantoran Kontemporer. Bandung: Akbar Limas Perkasa.
Dewi, E. (2013, Desember 24). Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3807/3/ilmuadministrasi-elita.pdf.txt
Gie, T. L. (2000). Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty.
Hanafi, M. M. (2003). Manajemen. Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusakan YKPN.
Harsono. (2004). Administrasi Perkantoran 1. Bandung: Alqaprint Jatinangor.
Heckers, J. (2004). Effective Office Communicatios is a Key to Job Survival. biz journals.
Kallaus, N. F. (1987). Administrative Office Management. West Chicago: South-Western Publishing Co.
Maharani, A. (2016, Desember 24). Retrieved from http://anggiams.blogspot.co.id/2015/06/manajemen-dan-supervisi-kantor.html
Priansa, D. J. (2013). Manajemen Perkantoran. Bandung: Alfabeta.
Priansa, D. J. (2013). Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien, dan Professional. Bandung: Alfabeta.
Purwanto, D. (2006). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Rantauld. (2017, Januari 2). Retrieved from Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Manajemen: http://rantauld.wordpress.com
Sedarmayanti. (2001). Manajemen Perkantoran. Bandung: Mandar Maju.
Siswandi. (2011). Aplikasi Manajemen Perusahaan: Analisis Kasus dan Pemecahannya. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Sule, E. T. (2006). Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar